Tampilkan postingan dengan label PNPM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PNPM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2009

Dana PNPM hasil hutangan WB !

Bank Dunia Cairkan Utang RI USD415 Jt

Kamis, 16 April 2009 - 10:11 wib
text TEXT SIZE :
Share

Foto: Corbis

JAKARTA - Bank Dunia mencairkan utang senilai USD415 juta yang akan digunakan untuk mendanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri tahun ini.

Utang yang dicairkan Bank Dunia ini terbagi dalam dua kategori. Pertama, utang bagi pendanaan operasionalisasi PNPM Mandiri senilai USD300 juta dengan fokus pendanaan program peningkatan sumber daya masyarakat kawasan pedesaan. Kedua, utang bagi pendanaan kapasitas petugas pelaksana PNPM senilai USD115 juta.

Fokus pendanaannya diberikan untuk meningkatkan kapasitas petugas dalam rangka asistensi atau pemberdayaan masyarakat program tersebut. (Zaenal Muttaqin /Koran SI/rhs)

Rabu, 18 Februari 2009

Bukti PNPM jadi alat kampanye Sby (2)

18/02/2009 - 12:05
SBY di Tuban, Beri Bantuan Kok Kampanye?
Susilo Bambang Yudhoyono
(inilah.com/ Raya Abdullah)

INILAH.COM, Tuban – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, rupanya belum dapat membedakan tugasnya sebegai kepala negara dan peserta Pilpres 2009. Bahkan, saat memberikan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, di alun-alun Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (18/2), ia justru terkesan tengah berkampanye.

Dalam pidatonya, SBY meminta pihak-pihak yang selama ini mengkritik pemerintahannya, untuk menghormati kinerja para pemimpin. Mulai dari pusat, gubernur, bupati hingga ke bawahnya. "Memang masih ada kekurangan dan hal itu sangat wajar. Tidak ada yang sempurna, namun hal itu bisa diperbaiki," kata SBY sambil tersenyum.

Ia juga meminta pihak-pihak tertentu menghormati dan menghargai jerih payah pemimpin yang dalam beberapa tahun belakangan ini. Serta terus bekerja tanpa lelah untuk bersama-sama membangun bangsa.

"Kita tidak mengetahui, siapa nanti pemimpin bangsa di tahun mendatang. Namun, yang pasti apa yang sudah baik harus tetap dilanjutkan," tegasnya sambil kembali mendapat tepukan meriah dari para undangan.

Yang menarik, di antara bagian pidatonya, SBY terkesan tengah berkampanye. Ia menggembar-gemborkan keberhasilannya selama memimpin Indonesia. "Alhamdulillah, berkat rahmat Tuhan, kami bisa menurunkan harga BBM hingga tiga kali," katanya, disambut tepuk tangan ribuan undangan.

Kunjungan SBY ke Tuban ini, dalam rangka menyerahkan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebesar Rp1,448 triliun untuk Jatim. Secara simbolis, bantuan program PNPM Mandiri yang diserahkan kepada Gubernur Jatim Soekarwo sebesar Rp 1 triliun. [beritajatim/nuz]

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/02/18/84576/sby-di-tuban-beri-bantuan-kok-kampanye/

Bukti PNPM jadi alat kampanye Sby

18/02/2009 - 19:24
PD: SBY Bilang 'Lanjutkan' Wajar
Djibril Muhammad

Susilo Bambang Yudhoyono
(inilah.com/ Raya Abdullah)

INILAH.COM, Jakarta - Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebesar Rp1,448 triliun di Tuban, Jawa Timur, sempat menyisipkan jargon kampanye Partai Demokrat (PD). Namun, hal itu dinilai PD wajar.

Dalam kunjungan itu, SBY sempat mengeluarkan sejumlah kata-kata yang menjadi jargon Partai Demokrat dan SBY. Di antaranya, saat dia menyebut apa yang sudah baik dari pemimpin saat ini harus tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut, pemerintah telah berhasil menurunkan harga BBM hingga tiga kali.

Seperti diketahui, kata 'lanjutkan' maupun kalimat ‘telah menurunkan BBM tiga kali’ merupakan jargon yang didengungkan dalam iklan kampanye Partai Demokrat

Namun, hal ini dibantah oleh Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Ali, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/2). Menurut dia, pernyataan SBY merupakan pernyataan yang standar dan normatif. Karena pada dasarnya memang sesuatu yang baik itu harus dilanjukan

"Mungkin kalimatnya hampir sama dengan slogan. Lalu bahasa lain dari ‘lanjutkan’ apa? Kalau memang bagus, ya dilanjutkan. Itu bahasa normatif. Siapapun akan menggunakan itu," paparnya.

Dituturkan dia, SBY bukanlah pemimpin yang memanfaatkan segala sesuatu (jabatan) demi kepentingan golongan. Bahkan SBY mengajarkan pada para kader PD agar taat pada azas hukum yang berlaku. "Jadi, ya memang beliau menyampaikan hal-hal yang baik untuk dilakukan. Itu wajar," kata Marzuki.

Ia juga menolak jika disebut pernyataan tesebut menyimpang secara etika politik. Sebab, sambutan SBY tersebut tidak ada kaitannya dengan kampanye yang dilakukan Partai Demokrat selama ini. "Tidak ada yang disisipkan. Sebagai presiden beliau tidak promosi, karena yang iklan itu adalah Partai Demokrat," sergahnya.

Mengenai posisi SBY sebagai Ketua Dewan Pembina, dinilai Marzuki tidak berbeda dengan posisi Dewan atau Majelis Syura di PKS dan PKB. Karena itu, ia meminta agar menghentikan penilaian atas kata-kata seorang tokoh, karena dinilainya tidak produktif.

“Kita ngurusin omongan orang saja. Harusnya kita bicara yang positif. Omongan SBY selalu dimaknai. Demokrasi ini membuat kita menjadi tidak produktif, tidak efisien," pungkasnya. [jib/nuz]

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/02/18/84708/pd-sby-bilang-lanjutkan-wajar/